"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label Ponpes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ponpes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2019

BIOGRAFI MBAH KAKUNG KH. HASBULLOH MARZUKI


BEKASI - Mbah Kakung atu Mbah Hasbulloh Marzuki adalah ayah dari istri KH. Mahfudz Syafi’i, yaitu Nyai Hj. Muhshonah Ch. (Ayah mertua sekaligus guru dari KH. Mahfudz Syafi’i). Beliau lahir di Kolomayan, Kediri, Jawa Timur pada hari Selasa Kliwon, 09 April 1901 M. atau 19 Dzul Hijjah 1318 H. yaitu putra dari pasangan suami istri KH. Marzuqi dan Nyai Kasiyam. Nasab KH. Hasbulloh bersambung kepada Seorang ‘Alim Hasan Besari, Ponorogo. Pada saat kecil beliau mengaji dan sekolah di Pondok Pesantren Ploso, Kediri, Jawa Timur yang diasuh oleh KH. Imam Jazuli. Karena kondisi Ekonomi beliau, maka jarak Kolomayan–Ploso yang sekitar 7 km beliau tempuh dengan berjalan kaki setiap harinya dan mengaji serta sekolah dengan perlengkapan sederhana bahkan dengan pakaian yang hanya satu-satunya untuk di kenakan setiap hari. Pernah pada suatu saat beliau dikeluarkan dari kelas dan tidak boleh mengikuti pelajaran karena belum membayar iuran. Namun, karena kegigihan dan semangat beliau yang tinggi, beliau rela belajar diluar kelas dibawah jendela.

Senin, 02 April 2018

THORIQOH SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

Romo Sidarto Danusubroto (Wantimpres) dan KH. Ma'ruf Amin (Rois Aam PBNU) Menghadiri Haul KH. Mahfudz Syafi'i
BEKASI - Ajaran Thoriqoh semakin membumi dalam kehidupan masyarakat, baik masyarakat bawah ataupun kalangan menengah ke atas. Thoriqoh dipandang sebagai perekat sekaligus pemersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuaan Republik Indonesia (NKRI). Ajaran Thoriqoh dalam tasawuf dinilai  berjasa besar terhadap spiritualitas di kalangan masyarakat dan intelektual Islam di Indonesia.

“Pengaruh tasawuf telah menjangkau ke seluruh masyarakat dari elit hingga masyarakat bawah. Ajaran tasawuf mempengaruhi pola hidup, moral dan sendi-sendi kehidupan mencakup kesadaran estetik, filsafat, sampai tujuan hidup seseorang.” kata Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Romo Sidarto Danusubroto.

Hal ini disampaikan Sidarto Danusubroto di hadapan 30.000 para santri, yang hadir dalam acara Haul Hadlratussyekh KH. Mahfudz Syafi’i dan Ibu Nyai Hj. Muchsonah Roadhiallahu Anhuma di Ponpes Al-Istighotsah, Sukatani, Bekasi, Jawa Barat.