"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label abdus saleh maller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abdus saleh maller. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2018

THORIQOH SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

Romo Sidarto Danusubroto (Wantimpres) dan KH. Ma'ruf Amin (Rois Aam PBNU) Menghadiri Haul KH. Mahfudz Syafi'i
BEKASI - Ajaran Thoriqoh semakin membumi dalam kehidupan masyarakat, baik masyarakat bawah ataupun kalangan menengah ke atas. Thoriqoh dipandang sebagai perekat sekaligus pemersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuaan Republik Indonesia (NKRI). Ajaran Thoriqoh dalam tasawuf dinilai  berjasa besar terhadap spiritualitas di kalangan masyarakat dan intelektual Islam di Indonesia.

“Pengaruh tasawuf telah menjangkau ke seluruh masyarakat dari elit hingga masyarakat bawah. Ajaran tasawuf mempengaruhi pola hidup, moral dan sendi-sendi kehidupan mencakup kesadaran estetik, filsafat, sampai tujuan hidup seseorang.” kata Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Romo Sidarto Danusubroto.

Hal ini disampaikan Sidarto Danusubroto di hadapan 30.000 para santri, yang hadir dalam acara Haul Hadlratussyekh KH. Mahfudz Syafi’i dan Ibu Nyai Hj. Muchsonah Roadhiallahu Anhuma di Ponpes Al-Istighotsah, Sukatani, Bekasi, Jawa Barat.

Rabu, 01 Februari 2012

FUNBIKE MENSOS BERSAMA ANAK2 PENERIMA PKSA 2011


FunBike Mensos Bersama Anak2 Penerima PKSA 2011

Naik Sepeda Santai-Anak-anak Jalanan yang selama ini seringkali mendapat Stereotip negatif dari berbagai kalangan, kini mengajari dan memberi contoh mereka yang kaya dan hebat untuk membiasakan diri hidup sehat, peduli lingkungan, cinta sesama, cinta bumi, cinta semesta.

Minggu, 30 Oktober 2011

DERITA SAUDARAKU

Allah ! Tuhan seru orang-orang tertindas
Orang-orang melarat, dan papa
Mengatup bibir melantunkan lafasdz dengan namamu
Rintihan kesakitan, erangan yang menderita
Tuhan ! kau berada dalam tempat terpencil
Kau ada dalam gubuk-gubuk
Namamu menyembul dalam masyarakat pinggiran

Tuhan, kekawatiran selalu ada namamu
Ketakutan selalu kau sertai
Renungan gelandangan malang
Regikan pepohon sepanjang balantara kemiskinan
Kebingisan sering kali berujung, tangis darah dan kesakitan
Berujung dengan mengadu pasrah dengan namamu
Tanpa penyelesaian, dikucilkan dan terabaikan

Hanya kau yang menghargai
Hanya kau jalan satu-satunya
Hanya kau teman setia dan mengadu
Dikala musibah, kefakiran dan kemiskinan
Melilit erat di pinggang kehidupan
Sudimu terpatri dalam semangat tabah dan sabarnya

Selasa, 27 September 2011

PEDOMAN PTK PLK ANAK PESISIR/NELAYAN

Kawasan nelayan atau daerah pesisir seringkali menjadi masyarakat yang terisolir dalam bidang pendidikan dan kesejahteraannya. Padahal pada masyarakat pesisir atau anak nelayan tersimpan potensi alami yang luar biasa yang bisa di eskplor sedemikian rupa mejadi hal besar yang menakjubkan. Saat ini sudah mulai tumbuh lembaga-lembaga (PLK) yang peduli terhadap anak-anak nelayan utnuk memberikan pendidikan yang layak terhadap mereka. di Muara Anke misalnya ada lembaga Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cahaya Mutiara, di Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Jambi dan di daerah lain juga mulai bermunculan pembinaan sejenis.

Namun demikian SDM yang ada selama ini masih jauh dari standarisasi pelaksanaan pendidikan, baik lembaganya atau bahkan tenaga pendidik/pengajarnya. hal ini akan berdampak pada hasil proses belajar mengajar yang tidak maksimal mengingat pendidikan untuk anak nelayan membutuhkan metode khusus sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh anak pesisir atau anak kawasan nelayan. Metode pendidikan untuk anak pesisir akan berbeda dengan metode pengajaran anak daerah terpencil, suku terasing, anak diperbatasan, anak jalanan, anak pelacur/pelacur anak, daerah konflik, korban bencana alam, bencana sosial lainnya sesuai dengan kekhasan dan kekhususannya.

Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, bekerjasama dengan beberapa praktisi Pendidikan Layanan Khusus (PLK), profesional, merasa perlu untuk menyusun pedoman pelaksanaan pengajaran pendidikan dan tenaga kependidikannya. yaitu Penyusunan Draft Pedoman PTK PK-PLK di Kawasan Nelayan (Inpres 7) selama 3 (hari) mulai tanggal 9 s.d 11 September 2011 di Resort Prima Cipayung Girang, Megamendung, Bogor.

Semoga dengan terbitnya pedoman untuk pendidikan dan tenaga kependidikan ini mempermudah guru untuk memberikan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak pesisir atau anak nelayan.

Jumat, 05 Februari 2010

Posko Pelayanan Kesetiakawan Sosial Hari Kedua (Assesment Anak Jalanan)



Hari Sarat Makna
Kamis, 04 Februari 2010

Tidak seperti biasanya trotoar jalan dan lampu merah senyap sepi tanpa hadirnya pelakon panggung realitas sosial yang memilukan.Tidak terdengar lagi denting gitar kegetiran, tak terlihat lagi tarian bocah-bocah di altar aspal. hanya terdengar klakson kendaraan yang tak sabar menunggu antrian untuk berjalan karena lampu merah telah berganti hijau. kemana anak-anak yang setiap sore selalu menjadi bagian dari lakon macetnya Kota Jakarta.

Jelas saja anak-anak pergi dari panggung yang sebenarnya tidak mereka inginkan. anak-anak pada pergi kak celetuk pengasong anak yang sedang duduk santai. dari pagi sampai siang ini mobil 'Trantip' Satpol PP selalu mundar mandir, jadi anak-anak kabur trauma takut di 'razia'. Pantas saja anak-anak tak terlihat, benar saja anak-anak tidak bisa memerankan lakon semunya. karena sang penegak musiman sedang beraksi.

Ironi memang ketika pemerintah pusat telah menanggalkan kekerasan dan kekejaman dalam mengurai permasalahan PMKS jalanan, melalui program Posko Pelayanan Kesetiakawanan Sosial, malah pemerintah tingkat wilayah seperti Camat, memerintahkan penyisiran dan sapu bersih (sampah kali) terhadap PMKS jalanan terutama anak jalanan yang sedang mengamen. Sebuah negara dan pemerintahan yang hebat dimana antara peraturan yang satu dengan peraturan yang lainnya tidak pernah sinergi.

Tapi tidak apalah karena memang benar kenyataannya setelah Satpol PP pulang ke markas. Permata-permata bangsa tersebut bermunculan satu persatu. sehingga kita dengan meudah dapat melayani mereka dengan baik, sopan, santun dan penuh kasih sayang. dan alhamdulillah di hari yang kedua ini anak-anak yang mendapatkan pelayanan bertambah terus. yang lebih hebatnya lagi ada beberapa anak yang mau meneruskan pembinaan sehingga kami penyelenggara dan teman-teman merujuknya kepada panti-panti yang mimang sudah disiapkan oleh pemerintah. Sungguh hari ini melelahkan namun menakjubkan...!!!