"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label BEKASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEKASI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 September 2019

HENDRA CIPTA DINATA DILANTIK BERSAMA 50 ANGGOTA DPRD KABUPATEN BEKASI

Hendra Cipta Dinata (Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Jawa Barat dari PKB)
Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019-2024 dilantik hari ini. Dari 50 anggota, 29 di antaranya merupakan wajah baru. Hendra Cipta Dinata adalah salah satunya, wajah baru anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) satu-satunya di Kabupaten Bekasi. 

Pelantikan dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Sejumlah anggota DPRD periode 2014-2019 dan Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supria Atmaja hadir dalam pelantikan tersebut. 

Rabu, 24 Juli 2019

KH. MAHFUDZ SYAFI'I GURU AGUNG PEMBAWA THORIQOH PONDOK PETA TULUNGAGUNG

I. KELAHIRAN

Hadlratussyekh Mahfudz Syafi'i Pendiri Ponpes Al-Istighotsah
Di Provinsi Jawa Timur, terdapat sebuah kabupaten yang bernama Jombang yang di kenal dengan kota santri, bahkan ada yang menyatakan bahwa kota Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah jawa karena hampir seluruh pendiri pondok pesantren di jawa pernah berguru di Jombang. Konon, Jombang berasal dari akronim bahasa jawa IJO yang berarti HIJAU dan ABANG yang berarti MERAH yang kemudian di satukan menjadi IJO-ABANG atau JOMBANG.

Jombang dulu adalah wilayah kerajaan Majapahit bagian barat, Jombang kemudian terpisah dari  Mojokerto di bawah pemerintahan Bupati Raden Adipati Ario Kromojoyo yang di tandai dengan tampilnya pejabat pertama mulai tahun 1910 M. sampai 1930 M., yaitu Raden Adipati Ario Suryo Adininigrat.

Pada tahun ketiga setelah inilah bersamaan peristiwa duka kyai besar Jombang yang kitabnya di gunakan seluruh santri indonesia  bahkan para mahasiswa termasuk mahasiswa luar negri, yaitu kyai Muhammad Ma’shum Bin ‘Ali penyusun kitab Ilmu Shorof  Al-Amtsilatut Tashrifiyyah wafat, yakni tepatnya pada hari Kamis, 9 Maret di tahun yang sama 1933 M. Atau 12 Dzul Qo’dah 1351 H. Lahirlah seorang bayi laki-laki putra pertama dari pasangan suami istri Bapak URIP dan Ibu MUNFA’ATUN. (saat itu nama Urip berubah menjadi Syafi’i karena kebiasaan orang dulu yang merubah namanya setelah pulang haji).

Senin, 01 Juli 2019

DARI SANTRI MENUJU DPRD KABUPATEN BEKASI


BEKASI - H. Hendra Cipta Dinata, SE, MM., satu-satunya anggota DPRD (Dewan Pewakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Bekasi terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di tahun 2019. H. Hendra maju di Dapil VI Nomor Urut 4 yg terdiri dari tiga Kecamatan yaitu Kec. Cikarang Utara, Cikarang Timur, dan Karang Bahagia.


Hendra Cipta Dinata atau akrab disapa Haji Hendra adalah seorang pengusaha Muda NU (Nahdlatul Ulama) yang sukses di Kabupaten Bekasi. Dia adalah tokoh muda dengan talenta besar. Pengamal Thoriqoh Syadziliyah Wal Qodiriyah Pondok PETA itu merupakan seorang santri yang berasal dari kalangan masyarakat biasa. Dengan kerja keras dan kegigihannyalah dia sampai pada kesusksesan secara pribadi.

“Sebagai seorang santri atau murid Thoriqoh saya sepenuhnya Sam'an wathoatan pada apapun yang diperintahkan oleh guru/Kyai saya,” tegas H. Hendra saat ditemui di kantor LD-PBNU, Jakarta, Senin (01/07)

Termasuk ketika Hendra ditugaskan oleh gurunya KH. Agus Salim yang merupakan Ketua Lembaga Dakwah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) untuk ikut serta dalam pencalonan diri sebagai Anggora Legislatif DPRD Kabupaten Bekasi tahun 2019 melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia tidak banyak berfikir dan langsung mencalonkan diri dengan dasar melaksanakan tugas gurunya itu.