"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label assesment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label assesment. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

PEDOMAN PTK PLK ANAK PESISIR/NELAYAN

Kawasan nelayan atau daerah pesisir seringkali menjadi masyarakat yang terisolir dalam bidang pendidikan dan kesejahteraannya. Padahal pada masyarakat pesisir atau anak nelayan tersimpan potensi alami yang luar biasa yang bisa di eskplor sedemikian rupa mejadi hal besar yang menakjubkan. Saat ini sudah mulai tumbuh lembaga-lembaga (PLK) yang peduli terhadap anak-anak nelayan utnuk memberikan pendidikan yang layak terhadap mereka. di Muara Anke misalnya ada lembaga Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cahaya Mutiara, di Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Jambi dan di daerah lain juga mulai bermunculan pembinaan sejenis.

Namun demikian SDM yang ada selama ini masih jauh dari standarisasi pelaksanaan pendidikan, baik lembaganya atau bahkan tenaga pendidik/pengajarnya. hal ini akan berdampak pada hasil proses belajar mengajar yang tidak maksimal mengingat pendidikan untuk anak nelayan membutuhkan metode khusus sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh anak pesisir atau anak kawasan nelayan. Metode pendidikan untuk anak pesisir akan berbeda dengan metode pengajaran anak daerah terpencil, suku terasing, anak diperbatasan, anak jalanan, anak pelacur/pelacur anak, daerah konflik, korban bencana alam, bencana sosial lainnya sesuai dengan kekhasan dan kekhususannya.

Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, bekerjasama dengan beberapa praktisi Pendidikan Layanan Khusus (PLK), profesional, merasa perlu untuk menyusun pedoman pelaksanaan pengajaran pendidikan dan tenaga kependidikannya. yaitu Penyusunan Draft Pedoman PTK PK-PLK di Kawasan Nelayan (Inpres 7) selama 3 (hari) mulai tanggal 9 s.d 11 September 2011 di Resort Prima Cipayung Girang, Megamendung, Bogor.

Semoga dengan terbitnya pedoman untuk pendidikan dan tenaga kependidikan ini mempermudah guru untuk memberikan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak pesisir atau anak nelayan.

Kamis, 04 Februari 2010

Posko Pelayanan Kesetiakawan Sosial Hari Pertama (Assesment Anak Jalanan)


Lebak Bulus 3 Februari 2010: Sinar matahari hilang berlahan tertutup awan yang kian pekat menutupi jalanan lebak bulus, bertanda hujan akan segara turun. anak-anak tetap mengayuh tangan memetik gitar meski tak berirama. Alat musik kecrek terbuat dari botol air mineral bekas, berisi beras atau pasir mengusik telinga para pengendara kendaraan beromotor. Anak-anak jalanan terus melangkah menghampiri kendaraan yang sedang berhenti dilampu merah menawarkan jasa hiburan demi uang receh. Wajah mereka ceria tatkala ada yang memberi atau hanya minta maaf dengan senyuman. bahkan wajah mereja tetap sumringah dikala ada pengendara kendaraan yang cuek dan mengijeknya.

Itulah pengalaman pertama kegiatan Posko Pelayanan Kesetiakawanan Sosial yang deiselenggarakan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta bekerjasama denga Rumah Singgah Bina Anak Pertiwi, Dilts Foundation, Insan Mandiri, PSM Jakarta Selatan, Sudin Sosial Jakarta Selata, TKSK, Karang Taruna, Tim Dokter Atmajaya, Tagana dan unsur masyarakat lainnya. Program yang dilaksanakan adalah selain assesment ada juga pelayanan kesehatan gratis, bermain bersama anak jalanan, nonton bareng, konsultasi semua persalahan yang dialami anak dan orang tua dengan psikolog.

Dihari pertama ini terdata anak jalanan yang mengamen dan ngasong sebanyak 30 orang dengan kisaran umur dari balita sampai umur 18 tahun. anak-anak ini cukup beragam ada yang masih sekolah ada juga yang tidak pernah sekolah sama sekali. dengan adanya pelayanan sosial bagi anak ini diharapkan permasalahan anak dijalanan semakin berkurang, dan anak-anak yang sudah terdata mudah-mudahan dapat rujukan pelayanan di panti-panti pemerintah atau rumah singgah yang memang secara khusus memberikan pelayanan sosial, pendidikan, kegamaan, dan pemulihan mental anak. sampai jumpa lagi adik-adik......selamat berjuang kejar masa depan cemerlangmu.