"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label Bina Anak Pertiwi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bina Anak Pertiwi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

BERBAGI CERIA BERSAMA ANAK-ANAK KURANG BERUNTUNG

Anak Asuh Rumah Singgah/Yayasan Bina Anak Pertiwi
Yabap.net- Cuaca cerah menghiasi suasana meriah di Aula Rumah Singgah Bina Anak Pertiwi. Lima puluh anak-anak yang kurang beruntung berkumpul untuk mengikuti acara Bhakti Sosial yang diadakan oleh siswa-siswi Pecinta Alam SMAN 8 Jakarta. Sejak pagi hari anak-anak sudah berdatangan dengan wajah cerah penuh antusias mengikuti acara. Sang surya pagi berlahan beranjak menuju siang, arah jarum jam menunjukkan jam 10.00 kurang 15 menit, saat tamu yang ditunggu datang bersama rombongan penuh sukacita. Sebagian anak-anak menyambutnya dengan senang hati, sebagian yang lain sibuk beres-beres, ada yang masih mengepel dan bersih-bersih.

Rabu, 26 Oktober 2011

INTROSPEKSI DIRI


Terdengar lantunan nada-nada hidup
Menyemai kisah gelombang,menata letak pijakan
Lontarkan sabda dalam reruntuhan jiwa
Sepi dalam keramaian, teriak beringas menantang sunyinya malam
Cahaya bintang memancar diantara kabut hitam
Menemani senyapnya harapan samar meski dekat dalam pandangan

Aku duduk menatap lepas, peri yang hilang
Mengadu pada sebatang bunga jingga yang penuh misteri
Mekarmu berganti….ganti
Kemarin kau mekar dengan warna yang anggun, serta aroma yang manis
Kini kau menyembul melepas kulit ari
Semakin kutatap, kau tampak cenggang dan berani melepas kuntum satu demi Satu
Bau wewangian menyengat marangsang nafsu birahi

Singgasana luapan hasrat dan gelora
Serpihan bisikan indah kian memudar dan berputar
Lelah terasa meremas mayapada
Tingkahku diintip binatang malam, jenggah dan terpengarah
Angin malam pun kaget, tatkala melihat adegan indah terukir dalam setiap gerakan tubuhku
Desiran angin malam berputar mengitari tubuhku yang menyatu dalam alam fikiranku lenyap tanpa bekas
Rasaku sirna bersama maya
Tubuhku menyatu terengkuh oleh alam

Setiap gerakan tangan dan hembusan nafasku
Membekas, memerah seakan terbakar, membentuk garis bak pelangi
Sekujur tubuhku hangat dan memanas
Sampai akhirnya sampai pada titik makna
Aku mengalahkan aku

Dan bunga jingga pun tersenyum bahagia
Tatkala tubuhku terkulai lemas tanpa daya, merepah dalam sedekap
Pada saat yang sama sepiku datang lagi, karena sukmamu menyatu dalam aku
Alam hanya bagian dariku…..tidak lagi menyatu….!!!


Pabuaran, 25 Juli 2002

Selasa, 27 September 2011

PEDOMAN PTK PLK ANAK PESISIR/NELAYAN

Kawasan nelayan atau daerah pesisir seringkali menjadi masyarakat yang terisolir dalam bidang pendidikan dan kesejahteraannya. Padahal pada masyarakat pesisir atau anak nelayan tersimpan potensi alami yang luar biasa yang bisa di eskplor sedemikian rupa mejadi hal besar yang menakjubkan. Saat ini sudah mulai tumbuh lembaga-lembaga (PLK) yang peduli terhadap anak-anak nelayan utnuk memberikan pendidikan yang layak terhadap mereka. di Muara Anke misalnya ada lembaga Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cahaya Mutiara, di Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Jambi dan di daerah lain juga mulai bermunculan pembinaan sejenis.

Namun demikian SDM yang ada selama ini masih jauh dari standarisasi pelaksanaan pendidikan, baik lembaganya atau bahkan tenaga pendidik/pengajarnya. hal ini akan berdampak pada hasil proses belajar mengajar yang tidak maksimal mengingat pendidikan untuk anak nelayan membutuhkan metode khusus sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh anak pesisir atau anak kawasan nelayan. Metode pendidikan untuk anak pesisir akan berbeda dengan metode pengajaran anak daerah terpencil, suku terasing, anak diperbatasan, anak jalanan, anak pelacur/pelacur anak, daerah konflik, korban bencana alam, bencana sosial lainnya sesuai dengan kekhasan dan kekhususannya.

Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, bekerjasama dengan beberapa praktisi Pendidikan Layanan Khusus (PLK), profesional, merasa perlu untuk menyusun pedoman pelaksanaan pengajaran pendidikan dan tenaga kependidikannya. yaitu Penyusunan Draft Pedoman PTK PK-PLK di Kawasan Nelayan (Inpres 7) selama 3 (hari) mulai tanggal 9 s.d 11 September 2011 di Resort Prima Cipayung Girang, Megamendung, Bogor.

Semoga dengan terbitnya pedoman untuk pendidikan dan tenaga kependidikan ini mempermudah guru untuk memberikan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak pesisir atau anak nelayan.

Rabu, 09 Februari 2011

PEMBANGUNAN SEKOLAH PLK CITA MADANI BINA ANAK PERTIWI



Setelah menelan waktu yang cukup lama dengan biaya lumayan besar pembngaunan sekolah alternatif Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cita Madani selesai juga dengan konsep sederhana sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Dengan selesainya gedung sekolah yang baru ini diharapakan proses belajar mengajar untuk anak daerah terpencil akan lebih nyaman dan menyenangkan.

Selama ini kondisi tempat belajar terbilang sangat tidak layak, karena proses belajar mengajar dilaksanakan disaung belajar dengan kondisi yang memperihatinkan. Saung belajar yang terbuat dari kayu, pada mulanya terlihat kokoh dan artisitik, akan tetapi seiring berjalannya waktu kayu-kayu itupun perlahan lapuk tergerus air hujan, panas, dan angin, beserta kreatifitas rayap yang tak terbendung.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan Sekolah PLK Cita Madani (Yayasan Bina Anak Pertiwi), khususnya kepada PT. Adhi Karya Persero, PT. Grahamas Citrawisata, Direktorat PK-PLK Depdiknas RI, dan semua komponen masyarakat yang terus mendukung terciptanya pemerataan pendidikan untuk anak Indonesia tidak terkecuali anak-anak daerah terpencil di Lereng Gunung Siem Desa Sukadamai Kec. Sukamkmur Bogor Jawa Barat.


Selasa, 17 Agustus 2010

Pembukaan Rekening Tabungan Anak Jalanan (Program PKSA)


Sebagai bentuk realisasi Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) adalah pembukaan rekening tabungan pada program TABUNGANKU untuk anak binaan atau anak asuh yaitu anak jalanan yang tanpa pengasuhan keluarga. yang merupakan bantuan program Kementrian Sosial RI.

Setelah seharian beraktivitas bersama anak-anak, sampai setelah shalat tarawihpun masih kami manfaatkan waktu untuk meandatangani dan mengisi 40 aplikasi buku tabungan ana...k asuh, lumayan pegel. Tapi kelelahan tersebut dapat terobati dengan selesainya tahapan awal dalam program Tabuangan untuk anak ini. belum lagi pihak bank dari BSM juga semangat untuk membantu merealisasikan program ini dengan sistem jemput bola. kita tidak usah datang ke Bank, tapi mereka yang datang ke lembaga untuk membuka rekening tabungan anak.

Dalam program tabungan ini masing-masing anak asuh mendapatkan tabungan sebesar Rp. 1.440.000,- x 40 anak = Rp. 57.600.000,- (Lima Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) lumayan untuk menahan diri agar tidak lagi kejalanan dan untuk mencegah anak yang rentan untuk terjun kejalanan. selain itu dana ini juga bisa manfaatkan untuk pemenuhan dasar anak seperti tambahan makanan bergizi, pemeblian pakaian, kebutuhan belajar dan lain sebagainya.

mohon doanya agar ikhtiar ini dapat bernafaat untuk masa depan dan peningkatan kesejahteraan anak-anak kami....

Jumat, 05 Februari 2010

Posko Pelayanan Kesetiakawan Sosial Hari Kedua (Assesment Anak Jalanan)



Hari Sarat Makna
Kamis, 04 Februari 2010

Tidak seperti biasanya trotoar jalan dan lampu merah senyap sepi tanpa hadirnya pelakon panggung realitas sosial yang memilukan.Tidak terdengar lagi denting gitar kegetiran, tak terlihat lagi tarian bocah-bocah di altar aspal. hanya terdengar klakson kendaraan yang tak sabar menunggu antrian untuk berjalan karena lampu merah telah berganti hijau. kemana anak-anak yang setiap sore selalu menjadi bagian dari lakon macetnya Kota Jakarta.

Jelas saja anak-anak pergi dari panggung yang sebenarnya tidak mereka inginkan. anak-anak pada pergi kak celetuk pengasong anak yang sedang duduk santai. dari pagi sampai siang ini mobil 'Trantip' Satpol PP selalu mundar mandir, jadi anak-anak kabur trauma takut di 'razia'. Pantas saja anak-anak tak terlihat, benar saja anak-anak tidak bisa memerankan lakon semunya. karena sang penegak musiman sedang beraksi.

Ironi memang ketika pemerintah pusat telah menanggalkan kekerasan dan kekejaman dalam mengurai permasalahan PMKS jalanan, melalui program Posko Pelayanan Kesetiakawanan Sosial, malah pemerintah tingkat wilayah seperti Camat, memerintahkan penyisiran dan sapu bersih (sampah kali) terhadap PMKS jalanan terutama anak jalanan yang sedang mengamen. Sebuah negara dan pemerintahan yang hebat dimana antara peraturan yang satu dengan peraturan yang lainnya tidak pernah sinergi.

Tapi tidak apalah karena memang benar kenyataannya setelah Satpol PP pulang ke markas. Permata-permata bangsa tersebut bermunculan satu persatu. sehingga kita dengan meudah dapat melayani mereka dengan baik, sopan, santun dan penuh kasih sayang. dan alhamdulillah di hari yang kedua ini anak-anak yang mendapatkan pelayanan bertambah terus. yang lebih hebatnya lagi ada beberapa anak yang mau meneruskan pembinaan sehingga kami penyelenggara dan teman-teman merujuknya kepada panti-panti yang mimang sudah disiapkan oleh pemerintah. Sungguh hari ini melelahkan namun menakjubkan...!!!