"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label Anak Jajalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Jajalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

SULITNYA AKTA KELAHIRAN UNTUK ANAK JALANAN

Pada prinsipnya setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini berhak untuk mendapatkan catatan sipilnya, sebagai warga negara dimana anak tersebut dilahirkan. Persoalan Akta Kelahiran menjadi persoalan global karena banyak anak diberbagai negara yang tidak mudah mendapatkan Akta Kelahiran. Termasuk anak-anak di Inedonesia, terutama anak jalanan, anak marjinal, anak terlantar, anak pemulung, anak daerah terpencil dan terasing, dan anak-anak lain yang sulit mendapatkan akses pengurusan Akta Kelahiran.

Jumat, 10 Februari 2012

BERBAGI CERIA BERSAMA ANAK-ANAK KURANG BERUNTUNG

Anak Asuh Rumah Singgah/Yayasan Bina Anak Pertiwi
Yabap.net- Cuaca cerah menghiasi suasana meriah di Aula Rumah Singgah Bina Anak Pertiwi. Lima puluh anak-anak yang kurang beruntung berkumpul untuk mengikuti acara Bhakti Sosial yang diadakan oleh siswa-siswi Pecinta Alam SMAN 8 Jakarta. Sejak pagi hari anak-anak sudah berdatangan dengan wajah cerah penuh antusias mengikuti acara. Sang surya pagi berlahan beranjak menuju siang, arah jarum jam menunjukkan jam 10.00 kurang 15 menit, saat tamu yang ditunggu datang bersama rombongan penuh sukacita. Sebagian anak-anak menyambutnya dengan senang hati, sebagian yang lain sibuk beres-beres, ada yang masih mengepel dan bersih-bersih.

Rabu, 01 Februari 2012

FUNBIKE MENSOS BERSAMA ANAK2 PENERIMA PKSA 2011


FunBike Mensos Bersama Anak2 Penerima PKSA 2011

Naik Sepeda Santai-Anak-anak Jalanan yang selama ini seringkali mendapat Stereotip negatif dari berbagai kalangan, kini mengajari dan memberi contoh mereka yang kaya dan hebat untuk membiasakan diri hidup sehat, peduli lingkungan, cinta sesama, cinta bumi, cinta semesta.

Rabu, 26 Oktober 2011

INTROSPEKSI DIRI


Terdengar lantunan nada-nada hidup
Menyemai kisah gelombang,menata letak pijakan
Lontarkan sabda dalam reruntuhan jiwa
Sepi dalam keramaian, teriak beringas menantang sunyinya malam
Cahaya bintang memancar diantara kabut hitam
Menemani senyapnya harapan samar meski dekat dalam pandangan

Aku duduk menatap lepas, peri yang hilang
Mengadu pada sebatang bunga jingga yang penuh misteri
Mekarmu berganti….ganti
Kemarin kau mekar dengan warna yang anggun, serta aroma yang manis
Kini kau menyembul melepas kulit ari
Semakin kutatap, kau tampak cenggang dan berani melepas kuntum satu demi Satu
Bau wewangian menyengat marangsang nafsu birahi

Singgasana luapan hasrat dan gelora
Serpihan bisikan indah kian memudar dan berputar
Lelah terasa meremas mayapada
Tingkahku diintip binatang malam, jenggah dan terpengarah
Angin malam pun kaget, tatkala melihat adegan indah terukir dalam setiap gerakan tubuhku
Desiran angin malam berputar mengitari tubuhku yang menyatu dalam alam fikiranku lenyap tanpa bekas
Rasaku sirna bersama maya
Tubuhku menyatu terengkuh oleh alam

Setiap gerakan tangan dan hembusan nafasku
Membekas, memerah seakan terbakar, membentuk garis bak pelangi
Sekujur tubuhku hangat dan memanas
Sampai akhirnya sampai pada titik makna
Aku mengalahkan aku

Dan bunga jingga pun tersenyum bahagia
Tatkala tubuhku terkulai lemas tanpa daya, merepah dalam sedekap
Pada saat yang sama sepiku datang lagi, karena sukmamu menyatu dalam aku
Alam hanya bagian dariku…..tidak lagi menyatu….!!!


Pabuaran, 25 Juli 2002

Selasa, 27 September 2011

PEDOMAN PTK PLK ANAK PESISIR/NELAYAN

Kawasan nelayan atau daerah pesisir seringkali menjadi masyarakat yang terisolir dalam bidang pendidikan dan kesejahteraannya. Padahal pada masyarakat pesisir atau anak nelayan tersimpan potensi alami yang luar biasa yang bisa di eskplor sedemikian rupa mejadi hal besar yang menakjubkan. Saat ini sudah mulai tumbuh lembaga-lembaga (PLK) yang peduli terhadap anak-anak nelayan utnuk memberikan pendidikan yang layak terhadap mereka. di Muara Anke misalnya ada lembaga Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cahaya Mutiara, di Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Jambi dan di daerah lain juga mulai bermunculan pembinaan sejenis.

Namun demikian SDM yang ada selama ini masih jauh dari standarisasi pelaksanaan pendidikan, baik lembaganya atau bahkan tenaga pendidik/pengajarnya. hal ini akan berdampak pada hasil proses belajar mengajar yang tidak maksimal mengingat pendidikan untuk anak nelayan membutuhkan metode khusus sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh anak pesisir atau anak kawasan nelayan. Metode pendidikan untuk anak pesisir akan berbeda dengan metode pengajaran anak daerah terpencil, suku terasing, anak diperbatasan, anak jalanan, anak pelacur/pelacur anak, daerah konflik, korban bencana alam, bencana sosial lainnya sesuai dengan kekhasan dan kekhususannya.

Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, bekerjasama dengan beberapa praktisi Pendidikan Layanan Khusus (PLK), profesional, merasa perlu untuk menyusun pedoman pelaksanaan pengajaran pendidikan dan tenaga kependidikannya. yaitu Penyusunan Draft Pedoman PTK PK-PLK di Kawasan Nelayan (Inpres 7) selama 3 (hari) mulai tanggal 9 s.d 11 September 2011 di Resort Prima Cipayung Girang, Megamendung, Bogor.

Semoga dengan terbitnya pedoman untuk pendidikan dan tenaga kependidikan ini mempermudah guru untuk memberikan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak pesisir atau anak nelayan.

Rabu, 09 Februari 2011

PEMBANGUNAN SEKOLAH PLK CITA MADANI BINA ANAK PERTIWI



Setelah menelan waktu yang cukup lama dengan biaya lumayan besar pembngaunan sekolah alternatif Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cita Madani selesai juga dengan konsep sederhana sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Dengan selesainya gedung sekolah yang baru ini diharapakan proses belajar mengajar untuk anak daerah terpencil akan lebih nyaman dan menyenangkan.

Selama ini kondisi tempat belajar terbilang sangat tidak layak, karena proses belajar mengajar dilaksanakan disaung belajar dengan kondisi yang memperihatinkan. Saung belajar yang terbuat dari kayu, pada mulanya terlihat kokoh dan artisitik, akan tetapi seiring berjalannya waktu kayu-kayu itupun perlahan lapuk tergerus air hujan, panas, dan angin, beserta kreatifitas rayap yang tak terbendung.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan Sekolah PLK Cita Madani (Yayasan Bina Anak Pertiwi), khususnya kepada PT. Adhi Karya Persero, PT. Grahamas Citrawisata, Direktorat PK-PLK Depdiknas RI, dan semua komponen masyarakat yang terus mendukung terciptanya pemerataan pendidikan untuk anak Indonesia tidak terkecuali anak-anak daerah terpencil di Lereng Gunung Siem Desa Sukadamai Kec. Sukamkmur Bogor Jawa Barat.


Selasa, 17 Agustus 2010

Pembukaan Rekening Tabungan Anak Jalanan (Program PKSA)


Sebagai bentuk realisasi Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) adalah pembukaan rekening tabungan pada program TABUNGANKU untuk anak binaan atau anak asuh yaitu anak jalanan yang tanpa pengasuhan keluarga. yang merupakan bantuan program Kementrian Sosial RI.

Setelah seharian beraktivitas bersama anak-anak, sampai setelah shalat tarawihpun masih kami manfaatkan waktu untuk meandatangani dan mengisi 40 aplikasi buku tabungan ana...k asuh, lumayan pegel. Tapi kelelahan tersebut dapat terobati dengan selesainya tahapan awal dalam program Tabuangan untuk anak ini. belum lagi pihak bank dari BSM juga semangat untuk membantu merealisasikan program ini dengan sistem jemput bola. kita tidak usah datang ke Bank, tapi mereka yang datang ke lembaga untuk membuka rekening tabungan anak.

Dalam program tabungan ini masing-masing anak asuh mendapatkan tabungan sebesar Rp. 1.440.000,- x 40 anak = Rp. 57.600.000,- (Lima Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) lumayan untuk menahan diri agar tidak lagi kejalanan dan untuk mencegah anak yang rentan untuk terjun kejalanan. selain itu dana ini juga bisa manfaatkan untuk pemenuhan dasar anak seperti tambahan makanan bergizi, pemeblian pakaian, kebutuhan belajar dan lain sebagainya.

mohon doanya agar ikhtiar ini dapat bernafaat untuk masa depan dan peningkatan kesejahteraan anak-anak kami....

Jumat, 05 Februari 2010

Posko Pelayanan Kesetiakawan Sosial Hari Kedua (Assesment Anak Jalanan)



Hari Sarat Makna
Kamis, 04 Februari 2010

Tidak seperti biasanya trotoar jalan dan lampu merah senyap sepi tanpa hadirnya pelakon panggung realitas sosial yang memilukan.Tidak terdengar lagi denting gitar kegetiran, tak terlihat lagi tarian bocah-bocah di altar aspal. hanya terdengar klakson kendaraan yang tak sabar menunggu antrian untuk berjalan karena lampu merah telah berganti hijau. kemana anak-anak yang setiap sore selalu menjadi bagian dari lakon macetnya Kota Jakarta.

Jelas saja anak-anak pergi dari panggung yang sebenarnya tidak mereka inginkan. anak-anak pada pergi kak celetuk pengasong anak yang sedang duduk santai. dari pagi sampai siang ini mobil 'Trantip' Satpol PP selalu mundar mandir, jadi anak-anak kabur trauma takut di 'razia'. Pantas saja anak-anak tak terlihat, benar saja anak-anak tidak bisa memerankan lakon semunya. karena sang penegak musiman sedang beraksi.

Ironi memang ketika pemerintah pusat telah menanggalkan kekerasan dan kekejaman dalam mengurai permasalahan PMKS jalanan, melalui program Posko Pelayanan Kesetiakawanan Sosial, malah pemerintah tingkat wilayah seperti Camat, memerintahkan penyisiran dan sapu bersih (sampah kali) terhadap PMKS jalanan terutama anak jalanan yang sedang mengamen. Sebuah negara dan pemerintahan yang hebat dimana antara peraturan yang satu dengan peraturan yang lainnya tidak pernah sinergi.

Tapi tidak apalah karena memang benar kenyataannya setelah Satpol PP pulang ke markas. Permata-permata bangsa tersebut bermunculan satu persatu. sehingga kita dengan meudah dapat melayani mereka dengan baik, sopan, santun dan penuh kasih sayang. dan alhamdulillah di hari yang kedua ini anak-anak yang mendapatkan pelayanan bertambah terus. yang lebih hebatnya lagi ada beberapa anak yang mau meneruskan pembinaan sehingga kami penyelenggara dan teman-teman merujuknya kepada panti-panti yang mimang sudah disiapkan oleh pemerintah. Sungguh hari ini melelahkan namun menakjubkan...!!!

Kamis, 04 Februari 2010

Posko Pelayanan Kesetiakawan Sosial Hari Pertama (Assesment Anak Jalanan)


Lebak Bulus 3 Februari 2010: Sinar matahari hilang berlahan tertutup awan yang kian pekat menutupi jalanan lebak bulus, bertanda hujan akan segara turun. anak-anak tetap mengayuh tangan memetik gitar meski tak berirama. Alat musik kecrek terbuat dari botol air mineral bekas, berisi beras atau pasir mengusik telinga para pengendara kendaraan beromotor. Anak-anak jalanan terus melangkah menghampiri kendaraan yang sedang berhenti dilampu merah menawarkan jasa hiburan demi uang receh. Wajah mereka ceria tatkala ada yang memberi atau hanya minta maaf dengan senyuman. bahkan wajah mereja tetap sumringah dikala ada pengendara kendaraan yang cuek dan mengijeknya.

Itulah pengalaman pertama kegiatan Posko Pelayanan Kesetiakawanan Sosial yang deiselenggarakan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta bekerjasama denga Rumah Singgah Bina Anak Pertiwi, Dilts Foundation, Insan Mandiri, PSM Jakarta Selatan, Sudin Sosial Jakarta Selata, TKSK, Karang Taruna, Tim Dokter Atmajaya, Tagana dan unsur masyarakat lainnya. Program yang dilaksanakan adalah selain assesment ada juga pelayanan kesehatan gratis, bermain bersama anak jalanan, nonton bareng, konsultasi semua persalahan yang dialami anak dan orang tua dengan psikolog.

Dihari pertama ini terdata anak jalanan yang mengamen dan ngasong sebanyak 30 orang dengan kisaran umur dari balita sampai umur 18 tahun. anak-anak ini cukup beragam ada yang masih sekolah ada juga yang tidak pernah sekolah sama sekali. dengan adanya pelayanan sosial bagi anak ini diharapkan permasalahan anak dijalanan semakin berkurang, dan anak-anak yang sudah terdata mudah-mudahan dapat rujukan pelayanan di panti-panti pemerintah atau rumah singgah yang memang secara khusus memberikan pelayanan sosial, pendidikan, kegamaan, dan pemulihan mental anak. sampai jumpa lagi adik-adik......selamat berjuang kejar masa depan cemerlangmu.

Selasa, 02 Februari 2010

Bangkit Saudaraku


Allah ! Tuhan seru orang-orang tertindas
Orang-orang melarat, dan sengsara
Mengatup bibir melantunkan lafasdz dengan namamu
Rintihan yang kesakitan, erangan yang menderita
Tuhan ! kau berada dalam tempat terpencil
Kau ada dalam gubuk-gubuk
Namamu terselip pada gubuk masyarakat pinggiran

Tuhan, dalam kegetiran selalu ada namamu
Dalam ketakutan selalu kau sertai
Renungan gelandangan malang
Rengikan pepohonan sepanjang balantara kemiskinan
Kebengisan sering kali berujung tangis darah dan kesakitan
Berujung dengan mengadu pasrah dengan namamu
Tanpa penyelesaian, dikucilkan dan terabaikan

Hanya kau yang menghargai
Hanya kau jalan satu-satunya
Hanya kau teman setia dan mengadu
Dikala musibah kefakiran dan kemiskinan
Melilit erat di pinggang kehidupan
Sudimu terpatri dalam semangat tabah dan sabar

Aku datang ! sungkan menyebutmu di kala aku butuh
Aku risih ! memanggilmu dikala sedang kebingungan
Aku malu ! menatapmu ketika mengabaikanmu
Kemunafikan senantiasa menyelubungiku
Aku sering mendustaimu
Namun kau tetap memeliharaku dalam keceriaan

Ya Tuhan ya rahman ya rahim
Kebohongan acapkali jadi topeng kebenaran
Kapan jujur dapat merias kehidupan kemanusiaan
Kapan kebaikan dapat menebar kebaikan bersama
Kapan arogansi dapat berganti dengan peduli akan sesama
Sampai kapan kemiskinan dapat terangkat
Berdiri tegak dalam semangat kebebasan

Miskin, melarat, perkampungan kumuh jadi objek dan sorotan
Momen sesaat dalam kepentingan
Hilang tanpa bekas manfaat bagi kemanusiaan
Perhatian hanya darimu
Rahmat dan ketabahan hanya karenamu
Adakah keterpurukan, kemiskinan dan ketindasan
Kehendak dan ciptamu?
Atau hanya bias kepongahan dan kesombongan makhlukmu yang beruntung

Ya Tuhan! aku jenuh, bosan melihat realitas saudara-saudaraku
Namun aku juga prihatin dan sedih dalam rasa bersamanya
Dengan cara apa aku dapat nengangkat derajatnya
Dengan apa aku harus menunjukan kebesaran jiwanya
Dengan apa mereka dapat hidup sejajar dengan yang mujur
Dengan apa pula dia dapat terangkat dengan iman padamu
Apa mungkin dengan harta, itu hanya dalam mimpi indah dan anganya

Tunjukan ya Tuhan dengan nyata
Tanpa menunggu akhiratmu
Bahwa mereka lebih mulya dari mereka yang beruntung
Tapi lupa dengan esensi keilahianmu
Nyatakan dalam kehidupan dunianya
Angkat namamu dari pinggiran keterasingan

Karena aku yakin kemiskinan bukanlah kodrat
Ketertindasan tidak semata-mata akibat kebodohan
Mereka tersingkir dan terpinggirkan oleh keangkuhan dan keserakahan
Bukankah kau tau Tuhan
Setiap saat aku melihat pengemis tua yang merengik
Orang buta meminta-minta
Memohon sedikit penyambung hidup
Aku selalu memohon agar kau menjaga dia dalam iman
Iman kepadamu wahai yang tunggal

Kadang aku sendiri merasa dalam kesombongan
Aku jarang membantu mereka
Aku kurang peduli pada mereka
aku cuek, acuh tak acuh pada mereka
Padahal sebenarnya esensiku sama dengan mereka
Sering sekali terburu-buru dan melangkah jauh dari mereka
Mengejar waktu sampai lengah pada mereka

Sampai kapan situasi ini akan berlanjut
Ya Tuhan ! sampai kapan cerita ini akan berakhir
Aku resah jika membiarkanya
Namun apalah dayaku, tanpa perlindungan darimu
Tapi aku senang sekali bersamanya
Bermain, ngobrol, bersahabat seperti keluarga
Tapi hanya itu yang dapat kulakukan

Aku hanya bisa berdoa dalam kesendirian
Dengan semangat bahagia yang mereka sungguhkan
Meski aku sadar mereka dalam situasi kelam
Aku tidak dapat berbuat apa-apa
Kecuali hanya dengan kata meratap belas kasihan darimu
Jagalah mereka dalam iman
Jagan biarkan mereka lupa, kufur padamu
Karena situasi kemiskinan
Ketertindasan
Diskriminasi
Semua itu tidak semata-mata kerena kelalaian


By. Abdus Saleh Maller