"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label pinggiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pinggiran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2011

DERITA SAUDARAKU

Allah ! Tuhan seru orang-orang tertindas
Orang-orang melarat, dan papa
Mengatup bibir melantunkan lafasdz dengan namamu
Rintihan kesakitan, erangan yang menderita
Tuhan ! kau berada dalam tempat terpencil
Kau ada dalam gubuk-gubuk
Namamu menyembul dalam masyarakat pinggiran

Tuhan, kekawatiran selalu ada namamu
Ketakutan selalu kau sertai
Renungan gelandangan malang
Regikan pepohon sepanjang balantara kemiskinan
Kebingisan sering kali berujung, tangis darah dan kesakitan
Berujung dengan mengadu pasrah dengan namamu
Tanpa penyelesaian, dikucilkan dan terabaikan

Hanya kau yang menghargai
Hanya kau jalan satu-satunya
Hanya kau teman setia dan mengadu
Dikala musibah, kefakiran dan kemiskinan
Melilit erat di pinggang kehidupan
Sudimu terpatri dalam semangat tabah dan sabarnya

Rabu, 09 Februari 2011

PEMBANGUNAN SEKOLAH PLK CITA MADANI BINA ANAK PERTIWI



Setelah menelan waktu yang cukup lama dengan biaya lumayan besar pembngaunan sekolah alternatif Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Cita Madani selesai juga dengan konsep sederhana sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Dengan selesainya gedung sekolah yang baru ini diharapakan proses belajar mengajar untuk anak daerah terpencil akan lebih nyaman dan menyenangkan.

Selama ini kondisi tempat belajar terbilang sangat tidak layak, karena proses belajar mengajar dilaksanakan disaung belajar dengan kondisi yang memperihatinkan. Saung belajar yang terbuat dari kayu, pada mulanya terlihat kokoh dan artisitik, akan tetapi seiring berjalannya waktu kayu-kayu itupun perlahan lapuk tergerus air hujan, panas, dan angin, beserta kreatifitas rayap yang tak terbendung.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan Sekolah PLK Cita Madani (Yayasan Bina Anak Pertiwi), khususnya kepada PT. Adhi Karya Persero, PT. Grahamas Citrawisata, Direktorat PK-PLK Depdiknas RI, dan semua komponen masyarakat yang terus mendukung terciptanya pemerataan pendidikan untuk anak Indonesia tidak terkecuali anak-anak daerah terpencil di Lereng Gunung Siem Desa Sukadamai Kec. Sukamkmur Bogor Jawa Barat.


Senin, 08 Februari 2010

Harapan Yang Terjal

Dari lereng bukit pabuaran melangkah setapak kaki…. Cari arah
Sembunyikan keresahaan dalam pencarian rimba
Dimana bunyi burung bersautan, binatang pecahkan kepiluan
Bangkitkan diri,alihkan sikap mengabdi
Abdikan diri dalam diri
Faham hanya dengan keyakinan diri, abdi dalam arti

Selimut hidup sebagai hiasan detak rasa
Bahagia nyata dalam hidup berujung dan berlimit
Biarlah dunia merambah dengan kebingaran
Ramaikan cipta sesat, rintih mengukir bekal diri

Nyanyian indah kehidupan, beragam nada dan irama
Sesuaikan impian bila sabda meresap dalam gelombang jiwa
Raga pun pada hakekatnya tiada makna
Serpihan jiwa pada ahkirnya hanya sebatas saksi
Sungguh…! Langkah selalu dini bila berhenti
Bunga-bunga kehidupanpun akan layu
Bila nurani hanya sebatas larut dalam sukma

Prisai diri selalu di bentengi dengan sikap mengeluh dan memohon
Ratapan jadi senjata ampuh
Jelma keilahian terukir dengan susah dan senang
Tiada tali pengikat satukan jiwa
Apa lagi jubah sebagai bungkus sukma

Betapa terjal jalan hidup
Rentang jarak dan waktu yang begitu nyata
Sulit merangkul inti diri
Biarlah bias-bias cipta menoleh mengintip jelma dzat

Munkinkah jiwa ini pergi mencari pijakan
Tinggal bersama roh-roh yang indah yang tenang dalam penantian
Tunggu giliran kapan jalan hidup berahkir
Sumringah bila takdir masih mengiasi teratai jalan
Menerpa kerikil, bebatuan, dan duri-duri kehidupan

Ingin sekali bercumbu ria, mesra bersama roh keilahian
Meratapi sedih, bersenda gurau, tidur bersama
Mengukir mimpi indah dalam lorong-lorong alamnya
Mengenal kehidupanya, berjalan bersama di taman impian
Ngobrol di serambi rumahnya, sambil minum teh yang di hasilkan dari kebunnya
Bertukar pikiran tentang nyata hidup masing-masing

Tuhan….!! Singgahlah dalam rumah jiwaku
Tinggallah satu atap bersamaku
Biarlah dunia mengerti jalanya sendiri
Intiku adalah kau
Kembalilah pada intimu
Kita melangkah bersama dalam wujud nyata keilahianmu
Sampai akhirnya aku dan kau mengerti
Bahwa….!!!
Kau dalam aku adalah….aku
Aku dalam kau adalah….kau

Ketinggian gunung, luasnya samudra menengarai menyapa dengan akrap
Tiada lagi batas, identitas pun melankah pergi diam-diam
Nama tidak lagi penting
Namamu bukan yang inti
Kini burung-burung terbang tanpa sayap
Ombak bergelombang tanpa terpaan angin
Padang pasir bergemuruh bersama beliung lenyapkan sakral
Bumi pancarkan cahaya indah, tenggelamkan matahari dan bulan
Api dan airpun bercumbu mesra

Biarlah keindahan ini kita nikmati dalam kebersamaan
Satukan kehendak dalam satu rimba
Melangkah bersama, walau jalan terjal
Kan kunikmati sejuknya jubah keilahianmu
Hingga pada saatnya, indera dan jiwaku lebur bersamamu
…….!!!


Abdus Saleh Maller
Villa Pabuaran Indah, 21 Juni 2002