"Jika belum ketemu tentu sangatlah rindu, jangan bersedih hati terus sebut namanya sampai dia datang menghampiri"
Tampilkan postingan dengan label rumah singgah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah singgah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

BERBAGI CERIA BERSAMA ANAK-ANAK KURANG BERUNTUNG

Anak Asuh Rumah Singgah/Yayasan Bina Anak Pertiwi
Yabap.net- Cuaca cerah menghiasi suasana meriah di Aula Rumah Singgah Bina Anak Pertiwi. Lima puluh anak-anak yang kurang beruntung berkumpul untuk mengikuti acara Bhakti Sosial yang diadakan oleh siswa-siswi Pecinta Alam SMAN 8 Jakarta. Sejak pagi hari anak-anak sudah berdatangan dengan wajah cerah penuh antusias mengikuti acara. Sang surya pagi berlahan beranjak menuju siang, arah jarum jam menunjukkan jam 10.00 kurang 15 menit, saat tamu yang ditunggu datang bersama rombongan penuh sukacita. Sebagian anak-anak menyambutnya dengan senang hati, sebagian yang lain sibuk beres-beres, ada yang masih mengepel dan bersih-bersih.

Rabu, 01 Februari 2012

FUNBIKE MENSOS BERSAMA ANAK2 PENERIMA PKSA 2011


FunBike Mensos Bersama Anak2 Penerima PKSA 2011

Naik Sepeda Santai-Anak-anak Jalanan yang selama ini seringkali mendapat Stereotip negatif dari berbagai kalangan, kini mengajari dan memberi contoh mereka yang kaya dan hebat untuk membiasakan diri hidup sehat, peduli lingkungan, cinta sesama, cinta bumi, cinta semesta.

Jumat, 07 Oktober 2011

PKSA (OUTREACH, KROSCEK, & FINISHING DATA)

Penjangkauan Anak-Anak Terlantar di Lapu Merah Lebak Bulus bersan Neng Aeni & RR Zulia Ali

Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) memang berat dan membutuhkan kerja keras dan semangat ekstra untuk menemukan data yang valid dan menentukan anak yang berhak untuk mendapatkan dana bantuan PKSA demi terpenuhinya hak dasar anak. Outreach salah satu cara yang kami tempuh untuk terus menerus kroscek data dan sekaligus melakukan fungsi pendampingan bagi anak-anak kita yang masih beraktifitas di jalanan.

Dengan dilakukannya Outreach banyak hal-hal baru yang terus dinamis dan berkembang tentang kondisi objektif anak-anak dijalanan. Mulai dari perkembangan kondisi kesehatan mereka yang rata-rata kena penyakit pilek, sampai kondis keberadaan anak yang terus berubah-rubah, dan rangkap data yang masih terjadi disana sini. Sangat tidak tepat jika data awal dijadikan rujukan pelaksanaan program secara keseluruhan, melihat keberadaan anak yang terus berubah-rubah, dan lebih uniknya lagi tidak sedikit anak dan orangtua yang menolak mentah-mentah tawaran pembinaan dan pemebrdayaan yang kami tawarkan, termasuk bantuan berupa tabungan bagi mereka. yang bertujuan agar anak-anak kita tidak lagi beraktifitas dijalan secara total.

Tentunya kegiatan Outreach ini akan terus kami laksanakan untuk optimalisasi program yang kami laksanakan saat ini. (asr)

Selasa, 02 Februari 2010

Bangkit Saudaraku


Allah ! Tuhan seru orang-orang tertindas
Orang-orang melarat, dan sengsara
Mengatup bibir melantunkan lafasdz dengan namamu
Rintihan yang kesakitan, erangan yang menderita
Tuhan ! kau berada dalam tempat terpencil
Kau ada dalam gubuk-gubuk
Namamu terselip pada gubuk masyarakat pinggiran

Tuhan, dalam kegetiran selalu ada namamu
Dalam ketakutan selalu kau sertai
Renungan gelandangan malang
Rengikan pepohonan sepanjang balantara kemiskinan
Kebengisan sering kali berujung tangis darah dan kesakitan
Berujung dengan mengadu pasrah dengan namamu
Tanpa penyelesaian, dikucilkan dan terabaikan

Hanya kau yang menghargai
Hanya kau jalan satu-satunya
Hanya kau teman setia dan mengadu
Dikala musibah kefakiran dan kemiskinan
Melilit erat di pinggang kehidupan
Sudimu terpatri dalam semangat tabah dan sabar

Aku datang ! sungkan menyebutmu di kala aku butuh
Aku risih ! memanggilmu dikala sedang kebingungan
Aku malu ! menatapmu ketika mengabaikanmu
Kemunafikan senantiasa menyelubungiku
Aku sering mendustaimu
Namun kau tetap memeliharaku dalam keceriaan

Ya Tuhan ya rahman ya rahim
Kebohongan acapkali jadi topeng kebenaran
Kapan jujur dapat merias kehidupan kemanusiaan
Kapan kebaikan dapat menebar kebaikan bersama
Kapan arogansi dapat berganti dengan peduli akan sesama
Sampai kapan kemiskinan dapat terangkat
Berdiri tegak dalam semangat kebebasan

Miskin, melarat, perkampungan kumuh jadi objek dan sorotan
Momen sesaat dalam kepentingan
Hilang tanpa bekas manfaat bagi kemanusiaan
Perhatian hanya darimu
Rahmat dan ketabahan hanya karenamu
Adakah keterpurukan, kemiskinan dan ketindasan
Kehendak dan ciptamu?
Atau hanya bias kepongahan dan kesombongan makhlukmu yang beruntung

Ya Tuhan! aku jenuh, bosan melihat realitas saudara-saudaraku
Namun aku juga prihatin dan sedih dalam rasa bersamanya
Dengan cara apa aku dapat nengangkat derajatnya
Dengan apa aku harus menunjukan kebesaran jiwanya
Dengan apa mereka dapat hidup sejajar dengan yang mujur
Dengan apa pula dia dapat terangkat dengan iman padamu
Apa mungkin dengan harta, itu hanya dalam mimpi indah dan anganya

Tunjukan ya Tuhan dengan nyata
Tanpa menunggu akhiratmu
Bahwa mereka lebih mulya dari mereka yang beruntung
Tapi lupa dengan esensi keilahianmu
Nyatakan dalam kehidupan dunianya
Angkat namamu dari pinggiran keterasingan

Karena aku yakin kemiskinan bukanlah kodrat
Ketertindasan tidak semata-mata akibat kebodohan
Mereka tersingkir dan terpinggirkan oleh keangkuhan dan keserakahan
Bukankah kau tau Tuhan
Setiap saat aku melihat pengemis tua yang merengik
Orang buta meminta-minta
Memohon sedikit penyambung hidup
Aku selalu memohon agar kau menjaga dia dalam iman
Iman kepadamu wahai yang tunggal

Kadang aku sendiri merasa dalam kesombongan
Aku jarang membantu mereka
Aku kurang peduli pada mereka
aku cuek, acuh tak acuh pada mereka
Padahal sebenarnya esensiku sama dengan mereka
Sering sekali terburu-buru dan melangkah jauh dari mereka
Mengejar waktu sampai lengah pada mereka

Sampai kapan situasi ini akan berlanjut
Ya Tuhan ! sampai kapan cerita ini akan berakhir
Aku resah jika membiarkanya
Namun apalah dayaku, tanpa perlindungan darimu
Tapi aku senang sekali bersamanya
Bermain, ngobrol, bersahabat seperti keluarga
Tapi hanya itu yang dapat kulakukan

Aku hanya bisa berdoa dalam kesendirian
Dengan semangat bahagia yang mereka sungguhkan
Meski aku sadar mereka dalam situasi kelam
Aku tidak dapat berbuat apa-apa
Kecuali hanya dengan kata meratap belas kasihan darimu
Jagalah mereka dalam iman
Jagan biarkan mereka lupa, kufur padamu
Karena situasi kemiskinan
Ketertindasan
Diskriminasi
Semua itu tidak semata-mata kerena kelalaian


By. Abdus Saleh Maller